Analisis Pendapatan Usaha Perontok Padi Di Desa Mopugad Utara Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow

Authors

  • Marvin Wenno, mw

Abstract

Upaya peningkatan produksi besar, tidak hanya dilakukan dengan penambahan areal penanaman padi, tetapi juga dilakukan dengan penanganan padi saat panen atau pasca panen. Salah satu cara adalah menggunakan alat perontok padi, namun kegiatan usaha jasa perontok oadi hanya berjalan pada musim
panen, sehingga keadaan ini perlu dianalisis untuk mengetahui pendapatan dari usaha perontok padi.
Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha perontok padi, yang terdiri dari 1 orang pengusaha pribadi dan 1 orang pengusaha kelompok yaitu “Usaha Bersama”, yang beranggotakan 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menunjuk langsung (purposif sampel).
Usaha perontok padi di Desa Mopugad Utara dikelola secara pribadi dan kelompok. Pengelolaan secara pribadi adalah usaha perontok padi dimiliki oleh perorangan, sedangkan pengelolaan secara kelompok adalah milik 10 orang yang tergabung dalam kelompok “Usaha Bersama”. Pendapatan yang
diperoleh pemilik alat perontok padi dari sewa alat dan dedak hasil penggilingan padi adalah Rp.2.980.000,-. Hasil perhitungan R/C ratio diperoleh nilai 1,3, artinya usaha perontok padi layak untuk diusahakan, karena setiap satu satuan nilai rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi perontok padi,
akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,3.

Downloads

Published

2016-05-24