Analisis Usaha Tani Kakao Di Desa Werdhi Agung Selatan Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow

  • Iskandar Zulkarnain, iz

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki prospek cerah sebab permintaan dalam negeri semakin kuat dengan berkembangnya sector agroindustry. Namun usahatani yang dilakukan oleh petani masih bersifat konvensional dan pengetahuan tentang usahatani diperoleh dari pendahulunya, sehingga pengelolaan usahatani kakao kurang maksimal, yang berdampak pada hasil produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis usahatani kakao.
Tujuan penulisan ini adalah untuk (1) mengetahui proses produksi usahatani kakao. (2) mengetahui pendapatan petani kakao dan (3) mengetahui kelayakan usahatani kakao. Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan informasi bagi petani, masyarakat dan pemerintah untuk pengembangan usahtani kakao.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus, yaitu mengambil semua petani (35orang) kakao yang ada di Desa Werdhi Agung Selatan.
Usahatani kakao yang dilakukan oleh petani responden di Desa Werdhi Agung Selatan adalah lahan usahatani milik sendiri, dengan luas antara 0,5 – 2 ha, dengan luas yang terbanyak adalah 1 ha, yaitu 18 orang atau 51,43%. Pada umumnya umur tanaman kakao milik petani responden antara 5 – 20 tahun, dan umur antara 5 – 10 tahun, yang paling banyak yaitu 19 orang atau 54,29%, sehinggakegiatan yang dilakukan hanyalah pemliharaan tanaman yaitu : pemangkasan, pembersihan gulma, pemupukan, pengendalian dhama dan penyakit serta panen. Pendapatan bersih yang diperoleh petani responden dari usahatani kakao rata-rata sebesar Rp.7.129.285,-. Dengan rincian rata-rata pendapatan kotor usahatani kakao Rp.15.885.714,- dan rtotal biaya sebesar Rp.8.756.285,- Usahatani kakao layak untuk diusahakan dengan nilai R/C Ratio 1,8 artinyya setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan untuk produksi usahatani kakao responden, akan menghasilkan Rp. 1,8,-

Published
2016-05-24